Kecepatan mengetik tulisan baik SMS maupun mengetik normal, menurut saya lebih banyak tergantung dari keakraban kita pada tus-tus keyboard kita. Jadi bukan tergantung pada teknik semata-mata. Karena itu saya kurang percaya kalau mengetik 10 jari bisa lebih cepat dibandingkan dengan pengetik 11 jari jika yang bersangkutan dihadapkan pada keyboard baru dengan suasana dan rasa yang berbeda. Continue reading “Kecepatan Mengetik”
Kecepatan Mengetik
Sejarah Pidana Penjara
Penjara sebagai wahana untuk melaksanakan pidana, yaitu suatu pidana pembatasan kebebasan bergerak terhadap seorang terpidana, penjara ternyata sudah dikenal orang sejak abad ke-16 (Lamintang, 1986:56). Bahkan diperkirakan penjara dalam bentuk yang sederhana sudah ada sejak abad ke-13 di Florence, Perancis.
Pada masa itu, penjara dilakukan dengan menutup para terpidana di menara-menara, di puri-puri, di benteng-benteng yang gelap dan kotor, sehingga sangat tidak manusiawi. Dengan menempatkan terpidana pada tempat-tempat tertentu seperti tersebut di atas, atau berupa pembuangan, atau pengasingan dimaksudkan supaya tidak bisa mengganggu masyarakat lagi. Continue reading “Sejarah Pidana Penjara”
Remang-remang Pantura ala Gus Dur
Gus Dur memang insipirasi zaman ini. Ia mencintai musik, mulai dari yang kelas tinggi sampai lagu rakyat. Ia gemar musik dangdut, klasik, pop sampai rock. Konon, bahkan lagu dangdut yang dinyanyikan Trio Macan atau Nyai Ronggeng yang ditenarkan kembali oleh Inul Daratista pun dihafalnya juga. Khusus lagu Nyai Ronggeng, Gus Dur pernah mengatakan kepada asistennya kalau lagu tersebut mengingatkan akan perjalanan hidup ibunya. Lagu itu mengingatkan bapak dengan ibunya, dulu dari nggak punya sampai punya. Apalagi lagu-lagu dangdut Rhoma Irama, konon Gus Dur hampir menghafal seluruhnya. Seperti ditutrkan asisten pribadinya yang sudah mengabdi puluhan tahun, Gus Dur bahkan merupakan pecinta dangdut sejati. Radio Muara FM yang dikenal sebagai radio dangdut ibukota pun menjadi favoritnya.
TV One suatu ketika menayangkan acara in memoriam Gus Dur, dan dituturkan cukup kalau beliau amat menyukai lagu “Remang-remang Pantura”. Itu membuat saya sangat terkagum karena yang saya tahu dia penikmat berat Beethoven dan Mozart, atau rocker Janis Joplin, atau kalau Indonesia, pop nya Ebiet G. Ade.