You Are

YA Allah, sebenarnya saya tidak sengaja mempraktikkan salah satu sifat Mu, ataupun kalau ada unsur sengaja, saya hanya mau pinjam sedikit saja. Ialah sifat sombong. Sebulan ini Engkau mengingatkanku dengan berbagai cara. Kadang2 saya sampai jengkel. Tapi bagaimana lagi, Engkau Tuhanku. Engkau yang tahu. Dan aku hanyalah hambamu.

Mari kita mulai kisahnya. Ini terjadi dalam sebulan terakhir ini.

1. Aku punya komputer personal yang amat kusayangi. Aku kerap berselingkuh dengannya. Tidak jarang mengabaikan semua perintahMu saat aku sedang bercinta dengannya. Komputer ini, secara umur, sudah tua. Sudah berumur lebih dari 8 tahun, menginjak 9 tahun. Kubeli dengan uangku sendiri yang kuperoleh dari sebuah kerja keras. Harganya mahal untuk ukuran 8 tahun lalu. Aku terlalu sering memujinya, sekaligus menyombongkannya di depan komputer2 lain. Walau tua, tapi saya merasa hanya komputerku inilah yang terbaik di antara yang pernah aku tahu di sekitarku.

2. Aku punya laptop yang, walau mereknya biasa-biasa aja, tapi handal sekali. Tidak pernah rewel. Laptop ini kubeli juga dengan uang hasil jerih payahku dahulu, honor sebuah penelitian. Aku sering menyombongkannya di depan laptop teman2 yang secara harga lebih mahal, secara merek lebih keren. Aku merasa laptopku handal karena sudah hampir 4-5 tahun ini sama sekali tidak pernah rusak. Nyaris setiap malam kubuat muter film-film pinjaman sambil tiduran. Sampai pagi. Kalau siang dipakai Rican main game sama teman2nya sampai teler. And no matter. Nggak masalah. Masih handal saja, padahal untuk laptop sekelasnya sudah bolak-balik masuk bengkel. Jangankan yang sekelas, laptop Anwar The King yang jauh lebih berkelas pun sudah harus diservice di bengkel.

3. Aku punya motor yang hebat. Teman2 sering menyebutnya sebagai HGTS alias Honda Grand Tua Milik Saiful. Motor ini 50% uangnya juga kubeli dari jerih payahku. Tidak pernah rewel walau nyaris tidak pernah diservice. Pokoknya keren, kalau dibuat balapan dengan motor2 baru, rasanya tidak mengecewakan.

4. Aku punya rumah di mana listrik nya terpasang 1300 w. Dengan kapasitas sebesar itu, aku hanya menggunakannya untuk komputer, kulkas dan televisi, serta lampu2 saja. Paling2 mesin cuci dan blender. Oh ya, dan rice cooker. Tentu berlebih2. Aku membanggakannya karena: Mana mungkin down?

5. Aku punya televisi "tanpa merek" (mereknya kata Berik Wicaksono dan Yunan --yang saya ingat-- lucu sekali, micunici). Karena mereknya nggak jelas, maka saya preteli merek tersebut. Televisi ini sudah berumur 8 tahun, dan inilah yang mengharukan: Ini kudapat dari uang honor pertamaku di Averroes saat menjadi panitia penyelenggaraan seminar utang luar negeri bekerja bersama INFID. Begitu handalnya TV ini, mungkin kalau dihitung, televisi ini hanya mati ketika aku pulang semasa hari raya Idul Fitri. TV 14 inchi yang hebat, pikirku. Hanya masuk bengkel 1 kali. Selebihnya aman-aman wae. TV ini sudah tua bila dibandingkan dengan trend TV zaman sekarang, minimal 21 inchi dan layar datar. Sementara TV ku, layar super cembung dan hanya 14 inchi kurang. Walau begitu aku begitu menyombongkannya di depan TV-TV bermerek karena keadaannya yang sehat dan stabil.

Itu sedikit fakta yang bisa diceritakan di bulan ini. Sekarang mari kita lihat fakta lainnya.

1. Beberapa hari lalu, komputerku kena virus yang sangat jahat. Sudah di re-install masih nongol saja. Akhirnya aku bersihkan pakai anti virus yang bekerja cukup ngawur di mana software2 favoritku digasak juga. Parahnya, komputerku jadi super lambat kayak bekicot. Terpaksa dech harus diupgrade. Beli hardisk baru, memori baru. Sekarang komputerku jadi sekelas komputer2 zaman sekarang, walau wajahnya tetap tua. Ooooopsss.... Tambah lagi, hari ini tadi ada hujan singkat dan geledek. I don't know what I do. Komputerku tewas mendadak disambar petir. Monitornya langsung gelap. Oh nasib. Akhirnya ke Averroes Press untuk pinjam monitor dengan harapan malam ini bisa mengupload simpuldemokrasi.com. Eh coba2 koneksi mati juga, dan rasanya modemku juga sudah gosong kena petir. Ya Allah ampuni aku ya...

2. Laptopku sudah sebulan ini, keyboardnya mati separuh. Beberapa tombol tidak bisa beroperasi maksimal. Karenanya aku malas membawanya ke lokasi-lokasi hotspot seperti di kantor. Mendingan aku bawa CPU mondar-mandir. Oh laptop tersayang, akhirnya engkau terjungkal juga.

3. Beberapa hari lalu motorku juga harus masuk reparasi. Ganti ban dalam dan kawan-kawannya. Walau di saat ban kempos, aku masih bisa dengan gagah membonceng tiga keluargaku sekaligus, tapi akibatnya di tambal ban, tambah parah. Juga beberapa lainnya. Hmmm HGTS tersungkur di medan perang juga.

4. Listrik di rumahku kini tidak stabil. Sering mati mendadak. Menurut Mr Yoyok yang sudah menganalisisnya, akibat ada korsleiting halus. Mungkin juga. Ah 1300 w nggak berguna, masak dipakai untuk charge HP aja nggejlakkk.

5. Kini sudah genap 1 bulan aku dan keluarga tidak melihat televisi, kecuali sesekali di Averroes, karena TV kesayangan dirawat di bengkel. Cukup lama karena ketika TV ku mau dibenerin, ternyata tukang bengkelnya sakit. Jadi harus nunggu dia sembuh baru bisa kerja. Karena tukang service nya adalah tetangga sendiri, jadi nggak enak mau mengambil untuk dibenerin orang lain. Akibat TV yang tersungkur itu, kini sehari-hari hiburan di rumah hanya ditemani film2 kartun yang tersimpan di file2 laptop. Karena hanya ada 2 film kartun, yakni Garfield dan The Incridible, maka hanya 2 kali film itulah yang aku tonton bersama keluarga semalaman. Mungkin bila dihitung sudah 20 kali putar untuk masing2 film. Untung saja kami nggak cepet bosan.

Saya menduga keras, ini bukan konspirasi. Ini adalah akibat kebanggaan yang berlebihan terhadap makhluk ciptaan manusia. Ia muncul di hatiku terkadang. Kesombongan yang melampaui batas, walau kadang2 tidak harus terucapkan. Sekedar rasa sombong di hati yang menghasilkan dampak yang cukup menyiksa. Ya Tuhan, saya hanya meminjam sedikit saja dari "sombong" itu, dan Engkau mengatakan dengan bukti, "Hei, bukan itu." What's the hell is going on? --- Ente ini dari setetes air mani yang tidak berharga, tak akan bisa ente menirukan-Ku---- Saya kira Tuhanku sedang berucap itu. Kembali ke F-13 saja dech, biasa-biasa wae.

Malam ini saya posting dari laptop dengan kerja keras, dan sisa-sisa tenaga untuk memilih tombol2 keyboard yang masih berfungsi. Saya berharap apa yang terjadi merupakan cara Tuhan untuk memberi Rahmat kepadaku, dan semua manusia di sekelilingku.

Ahhhh modem kesamber petir ... monitor kena geledek ... HP kalau kesenggol langsung mampus ... HGTS yang tak lagi perkasa ... tukang service tv yang sakit ... Untunglah dengan menuliskannya saya bisa tersenyum lagi. Apakagi bila saya ulang membaca lagi, itu semua tetap menjadi senyuman yang manis.

OK nonton Garfield lagi, besok cari modem bekas, monitor bekas, tv bekas, semoga akan kokoh tanpa rasa sombong.

Selamat Idul Qurban, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Dan memang hanya Dia yang BESAR dan karenanya boleh sombong. Qurban kali ini saya tidak menyembelih kambing, dan cukup menyembelih modem dan monitor. Termasuk menyembelih PLN, micunici dan HGTS. Lumayan korban lima biji "makhluk" he he

Mau nyoba pinjam sifat Tuhan yang satu itu? Coba saja ditest he he ...

Tambahan:

Mas Rian, Mas Yunan, Mas Robikin, Mas Ronald dkk terimakasih atas replynya. Saya masih terngiang apa yang disampaikan Sahabat Khayyan (Calon KPUD Kab Malang --mari kita doakan yang terbaik untuknya) dalam ceramah istighatsah di Averroes kemarin, ialah saling mengingatkan. Tentu karena sebagai manusia kita begitu sulit mengingatkan diri sendiri. Satu2nya jalan adalah melalui orang lain, termasuk melalui komunikasi di millis ini. Melalui orang lain kita berharap belajar. Terimakasih atas doanya, semoga benar-benar menjadi Rahmat bagi kita semua.

Eniwei, barusan si geledek datang lagi, modem baru hangus lagi he he. But no problem, saya jadi tahu bagaimana menangkalnya, yakni menggunakan alat kecil yang bernama arester (bisa kita beli di toko listrik). Alat ini harusnya kita pasang di line telepon kita agar tidak menjadi sasaran tegangan telepon yang meninggi akibat kena petir. Seharusnya listrik dalam kabel telepon tidak lebih dari 50 volt, kalau lebih dari itu akan bisa menghanguskan.

Malam ini tetap akan internetan lagi, mencari berkah. Trims sekali lagi, for all, for anything. Dan satu lagi, akhirnya korban kambing juga. Trims atas semua bantuannya.

Dari Millis Averroes Menulis

Komentar
Tambah Baru
saiful  - Wah     |115.178.120.xxx |18-05-2009 21:02:39
Waduh pak, he he. Laptop kena petir? walah punya saya cuman modemnya doanya kok.
Ya cobain dech arester, cuman itu kan hanya untuk telepon aja, gimana kalau
petir datang not via phone? he he :)
didik  - Sama kena petirnya   |125.164.135.xxx |13-05-2009 20:00:56
Sama mas Saiful, Laptop ku juga kena petir. Masuknya lewat modem speedy yg tidak
dicabut. Abis 4jt buat ganti Mboard aja. Modem jg jebol. Kboard mati total.
Untung Printer gpp.
And tks info ttg aresternya, tak coba beli and
pasang.
Laptop yg kena petir bgmn menurut anda, apa masih bisa dipake u/ jangka
lama ?
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."