| 10 Januari 2009

SAYA dan keluarga kembali kembali Haul Akbar yang diselenggarakan oleh Jama'ah Pengajian Al-Khidmah pimpinan Romo KH. Asrory Al-Ishaqi di depan Wisma Semen Gresik pada Minggu, 4 Januari 2009. Berbeda dengan setahun sebelumnya di mana saya mengikuti Haul Akbar yang sama dan tiba di lokasi sekitar jam 10 siang, pada haul ini saya datang agak pagi. Setelah membeli beberapa botol air mineral dan beberapa kertas, saya memilih tempat duduk yang agak nyaman, di bawah sebuah ATM (Automatic Teller Machine). Tak lama kemudian beberapa saudara menyusul.
Jika dihitung dari bungkus makanan yang ada, seperti disampaikan oleh panitia, konon telah disediakan sebanyak 90.000 bungkus. Itu artinya sebanyak itulah kira-kira jama'ah yang hadir.
Rasa nikmat berdo’a dan berkumpul dengan lautan manusia yang rata-rata berbaju putih (kecuali para pedagang asongan di sekitarnya) sudah mulai muncul ketika memasuki pintu gerbang tempat istighotsah digelar. Ada rasa syahdu yang mendalam. Di antara jamaah sekitar tempat saya duduk terdengar beberapa orang menangis dalam do’anya. Saya sendiri belum sampai pada tahap untuk bisa menangis dalam berdo’a dan merasa fly dengan Tuhan. Dalam berdo’a, pikiran masih tergoda melihat pemandangan sosial yang menakjubkan ini.
Setelah melantunkan beberapa bait manaqib dan do’a serta shalawat nabi dan upacara sambutan serta pengajian dimulai, saya sekeluarga terpaksa pulang karena Rifka, putri terkecil perutnya sakit. Kami terpaksa tidak mengikuti upacara sambutan dari para tokoh yang diundang.
Yang cukup saya sesalkan adalah tidak mengikuti ceramah pengajian yang konon disampaikan oleh Ustadz Marzuki dari Malang. Mendengar beliau yang ceramah saya selalu terkesan karena menarik, aktual, simpel dan mengena.
Dalam diskusi malam dengan keluarga, barulah saya tahu sedikit manfaat dari itu semua. Hmmm, apalah daya manusia ini. Sebagus dan sehebat apapun ibadahnya kepada Tuhan, nilainya masih tidak ada artinya dengan kebaikan Tuhan yang diberikan kepadanya. Bila ada orang masuk sorga, hampir dipastikan itu semua bukan karena hasil ibadahnya, melainkan karena Ridla dan Rahmat Tuhan.
Dzikir adalah sebaik-baik perbuatan, dan berkumpul bersama adalah sebaik-baik dakwah. Kita bisa berdzikir dengan cara apa dan di mana saja, tapi untuk berkumpul, kita harus keluar dari rumah dan bergabung. Saya kira itu benar.
Posting pertama saya di sini sampai saat ini mendapat perhatian paling banyak dibandingkan dengan artikel-artikel lainnya. Hanya karena sempat mengganti database beberapa komen yang dilontarkan hilang. Mohon maaf.
| Komentar |
|

Pertamaaaaaaaaaaaaaaaxxxx ya mas saif...
menjadi anggota dewan kebanyakan atas...
Ya mas, seperti pemilu kemarin, saya ...
Adem ayem rasa jiwa ini bila membahas...
oke bgt sich fotonya