You Are

Pembangunan, baik ekonomi ataupun sosio politik, telah menjadi prioritas tinggi hampir di seluruh negara di dunia sejak berakhirnya Perang Dunia II. Yang sangat terkenal adalah fakta bahwa ‘pembangunan’ pada sebagian besar negara maju sekarang terdiri dari kelanjutan percepatan pola kehidupan dan kerja sebelum perang. Untuk sebagian besar negara-negara kurang maju, termasuk salah satunya di Indonesia, pembangunan adalah proses perubahan banyak elemen-elemen sosial dan budaya diikuti oleh usaha yang menyakitkan untuk menyesuaikan situasi baru, teknologi baru, dan cara organisasi dan kerja baru. Dalam proses ini masyarakat berkembang mengakui terhadap kebutuhan membangun lembaga sosial baru, masing-masing mengkhususkan diri pada satu bidang atau obyek khusus, tetapi terintegrasi dalam operasi aktual mereka ke dalam satu program pembangunan komprehensif. Pembangunan dari lembaga baru membutuhkan waktu dan pemahaman yang benar tentang masalah pembangunan tersebut. berbeda dengan pembangunan di negara-negara maju, di mana agensi pembangunan dapat memperhitungkan dukungan dan kerjasama dari organisasi khusus bersama-sama dengan pengalaman yang sudah lama, pembangunan di negara-negara kurang maju seringkali dilakukan tanpa adanya dukungan organisasi, atau dengan dukungan yang tidak memadai dari sejumlah lembaga yang kurang berpengalaman. Ini dapat menjelaskan mengapa input sama dalam di negara-negara berkembang dapat menghasilkan output yang lebih tinggi dalam periode lebih pendek daripada negara-negara kurang maju.

Selanjutnya...

 


 

Paduka Tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Maaf, beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenamya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh paduka Tuan Ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: "Philoso- fische grondslag" dari pada Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah pondamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam- dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka Tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberi tahukan kepada Tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan "merdeka".

Selanjutnya...