You Are

Pembangunan, baik ekonomi ataupun sosio politik, telah menjadi prioritas tinggi hampir di seluruh negara di dunia sejak berakhirnya Perang Dunia II. Yang sangat terkenal adalah fakta bahwa ‘pembangunan’ pada sebagian besar negara maju sekarang terdiri dari kelanjutan percepatan pola kehidupan dan kerja sebelum perang. Untuk sebagian besar negara-negara kurang maju, termasuk salah satunya di Indonesia, pembangunan adalah proses perubahan banyak elemen-elemen sosial dan budaya diikuti oleh usaha yang menyakitkan untuk menyesuaikan situasi baru, teknologi baru, dan cara organisasi dan kerja baru. Dalam proses ini masyarakat berkembang mengakui terhadap kebutuhan membangun lembaga sosial baru, masing-masing mengkhususkan diri pada satu bidang atau obyek khusus, tetapi terintegrasi dalam operasi aktual mereka ke dalam satu program pembangunan komprehensif. Pembangunan dari lembaga baru membutuhkan waktu dan pemahaman yang benar tentang masalah pembangunan tersebut. berbeda dengan pembangunan di negara-negara maju, di mana agensi pembangunan dapat memperhitungkan dukungan dan kerjasama dari organisasi khusus bersama-sama dengan pengalaman yang sudah lama, pembangunan di negara-negara kurang maju seringkali dilakukan tanpa adanya dukungan organisasi, atau dengan dukungan yang tidak memadai dari sejumlah lembaga yang kurang berpengalaman. Ini dapat menjelaskan mengapa input sama dalam di negara-negara berkembang dapat menghasilkan output yang lebih tinggi dalam periode lebih pendek daripada negara-negara kurang maju.

Selanjutnya...

FRANKY Budi Hardiman menggebrak dunia filsafat republik ini dengan bukunya berjudul Filsafat Fragmentaris. Buku tersebut berisikan tesis bahwa filsafat tak pernah menangkap totalitas melainkan fragmen-fragmen dari semesta kemungkinan. Di balik itu terselip tuduhan bahwa filsafat memiliki kegandrungan yang sesat akan totalitas.

Selanjutnya...