Rabu, 17 Januari 2018

Jenis-Jenis Hukum dalam Islam

Hukum-hukum dalam Agama Islam bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits. Sumber lainnya adalah Ijma' dan Qiyas yang dirumuskan para ulama. Sebagai muslim kita wajib mematuhi/menjalankan perintah Allah dan menjauhi.menghindari larangan-Nya.

Adapun jenis-jenis hukum yang terdapat dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Hukum Wajib (Fardlu): Artinya adalah suatu hal/perkara yang bila dikerjakan kita akan mendapat pahala dari Allah, dan bila ditinggalkan kita akan mendapatkan dosa. Adapun Hukum Wajib ini terdiri dari 2 macam:

- Hukum Fardlu 'Ain, yaitu suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh masing-masing muslim yang sudah memenuhi syarat (mukallaf). Contohnya shlat 5 waktu.
- Hukum Fardlu Kifayah, yaitu suatu kewajiban bersama yang sudah dianggap dilakukan, apabila sudah dikerjakan oleh sebagian orang. Bila semua orang di sebuah wilayah tidak ada yang melakukan, maka semua orang akan mendapatkan dosa. Contohnya: memandikan, menshalatkan dan menguburkan jenazah muslim.

2. Hukum Sunat (Sunnah): Artinya adalah suatu hal/perkara yang bila dikerjakan kita akan mendapat pahala dari Allah, dan bila ditinggalkan kita tidak mendapatkan dosa. Adapun Hukum Sunat ini terdiri dari 2 macam:

- Sunnah Muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim agar mengerjakannya, misalnya shlat tarawih, shalat hari raya, sebagian shlat sunnah sebelum (qabliyah) dan sesudah (ba'diyah) shlat fardlu dan lainnya.
- Sunnah Ghoiru Muakkad, yaitu sunnah yang biasa saja, di mana sebuah amalan tersebut terkadang dilakukan Nabi Muhammad SAW, tetapi beliau tidak menganjurkan sebagaimana pada Hukum Sunnah Muakkad. Misalnya shalat sunnat yang ghairu mu'akkad adalah shlat sunnat 2 rokaat sebelum shalat mahrib, dan lainnya.

3. Hukum Makruh: Artinya adalah suatu hal/perkara yang bila dikerjakan kita tidak mendapat dosa dari Allah, dan bila ditinggalkan justru kita akan mendapatkan pahala. Dengan pengertian lain perbuatan yang berhukum makruh dapat diartikan sebagai perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Agar apa? Agar kita mendapatkan pahala dari Allah SWT. Contohnya: membayangkan jenis-jenis makanan di waktu berpuasa, berenang di waktu berpuasa agar merasa segar, makan sambil berdiri dan lainnya.

4. Hukum Haram: Artinya adalah suatu hal/perkara yang bila dikerjakan kita akan mendapat dosa dari Allah, dan bila ditinggalkan kita akan mendapatkan pahala. Ini kebalikannya Hukum Wajib. Contohnya banyak sekali, mencuri, minum minuman keras, berjudi, berzina dan lainnya.

5. Hukum Mubah: Artinya suatu perkara yang boleh dikerjakan, boleh juga tidak. Tidak ada konsekuensi apa-apa pada saat melakukan pekerjaan tersebut. Contohnya: memilih pakaian, makan singkong, berjalan-jalan santai dan lainnya.

Siapakah muslim yang sudah bisa dikenai hukum-hukum agama seperti tersebut di atas? Yaitu orang Islam yang disebut Mukallaf, yakni orang muslim dewasa dan berakal (baligh) dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal.

Ringkasannya sebagai berikut:


Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan iman kepada kita semua dalam menjalankan setiap perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin.


Disqus Comments