Selasa, 23 Januari 2018

Thaharah: tentang Bersuci, Jenis-jenis Air dan Jenis-jenis Najis


Thaharah artinya bersuci. Arti lebih lengkapnya: Bersuci dari najis dan hadats (besar dan kecil). Suci dari hadats dapat dilakukan dengan cara berwudlu, mandi dan tayammum. Suci dari najis dilakukan dengan cara menghilangkan najis yang melekat di badan, pakaian atau suatu tempat.

Macam-macam Air


Untuk menghilangkan sebuah najis dan hadats diperlukan air. Dilihat dari hukumnya, jenis air dapat dibagi menjadi empat:

1. Air suci yang menyucikan (air muthlaq)

Adalah air yang bisa dipakai untuk bersuci. Misalnya air hujan, air salju, air embun, air laut, air telaga, air sungai dll

2. Air suci tapi tidak menyucikan

Adalah air yang bersih dan suci namun tidak bisa dipakai untuk menyucikan. Misalnya air susu, air teh, air kelapa, air yang sedikit jumlahnya (kurang dari 2 kullah, kurang lebih 216 liter, tempatnya 60cm x 60cm x 60cm), sisa / bekas tetesa air yang sudah digunakan untuk menghilangkan hadats atau air (air musta’mal). Para ulama menyatakan walaupun air musta’mal tidak najis, tapi tidak bisa dipakai menyucikan.

3. Air mutanajis

Adalah air yang kemasukan najis hingga mengakibatkan perubahan rasa, warna dan aromanya. Tapi misalnya air tersebut kemasukan najis, banyaknya lebih dari 2 kullah dan tidak mengalami perubahan warna, maka masih bisa dipakai untuk menyucikan.

4. Air yang makruh

Adalah air yang terjemur matahari sangat panas dalam sebuah bejana (selain bejana emas dan perak). Air ini makruh untuk badan, namun tidak makruh untuk pakaian. Beda lagi kalau air tersebut terjemur dalam sawah, kolam atau hamparan tanah, air tersebut masih suci dan menyucikan.

Macam-macam Najis


Najis adalah sesuatu yang kotor menurut ketentuan agama dan wajib dibersihkan dan disucikan. Contohnya: kotoran hewan dan manusia, yang keluar dari jalan qubul maupun dubur (kecuali air mani); darah yang mengalir (untuk darah sedikit seperti darah nyamuk itu dima’fu atau dimaafkan, darah kutu dan sejenisnya; anjing dan babi; bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang serta hewan yang tidak berdarah mengalir).

Adapun dilihat dari jenisnya, najis digolongkan menjadi:

1. Najis Mukhaffafah

Najis ringan, misalnya air kencing anak laki-laki yang umurnya belum 2 tahun (belum mendapat makanan lain selain ASI). Untuk menghilangkan najis mukhaffafah ini cukup memercikkan air yang terkena najis atau mengelapnya.

2. Najis Mutawassithah

Najis sedang, misalnya kotoran yang keluar dari qubul dan dubur manusia dan binatang. Untuk menghilangkan najis mutawassithah ini harus dengan membasuhkan (mengguyur) dengan air mutlak sampai hilang bau, rupa dan rasanya.

3. Najis Mughalladah

Najis berat, misalnya air liur anjing dan babi. Untuk menghilangkan najis mughalladah ini harus dengan mencucinya sebanyak 7 kali (dengan air yang mengalir), dan dalam salah satunya (dari 7x tersebut) perlu dicampur dengan tanah/pasir.

Demikian ulasan singkat tentang thaharah atau bersuci, semga bermanfaat. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan iman kepada kita semua dalam menjalankan setiap perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin
Disqus Comments